Reporter TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNNEWS.COM, SERPONG-virus koronal atau pandemi Covid-19 menyebabkan larangan pos pemeriksaan operasi untuk menjual pusat-pusat pijat dan spa di banyak kota termasuk Tangsel Selatan. — Namun, penutupan titik penjualan tidak serta merta menghilangkan kebutuhan untuk memijat klien dan kebutuhan terapis untuk menghasilkan uang.

Fenomena ini memaksa terapis untuk mempromosikan dirinya melalui “open BO” (reservasi).

Istilah ini biasanya digunakan untuk terapis, pelanggan dapat membawanya keluar di rumah atau hotel bersama.

Satpol Tangerang Selatan (Satpol Tangerang Selatan) menemukan banyak terapis yang menjadi pekerja seks melalui OB terbuka. — Akhirnya, ketika pasukan berseragam krem ​​melakukan penggerebekan di sebuah hotel di Serpong Rawa Buntu, Kamis malam (25/6/2020), tiga terapis membuka BO di PSK.

— Orang yang bertanggung jawab atas Tangsel PP Satpol PP Muk Sin Al Fachry, kepala departemen investigasi, mengatakan bahwa selain CSW, pasangan tinggal di kamar yang sama di hotel.

“Barang-barang yang dibawa ke kantor berasal dari Hotel Kinari. Ada 22 orang tadi malam. Pasangan penipu, pasangan kotor. Delapan pasangan selingkuh berlanjut, dan tiga gadis menjual barang-barang seperti itu.” Ya, bawa kontrasepsi Set, BO, buku reservasi, “(Jumat / 2020/06/26) TribunJakarta.com menghubungi Muksin.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *