TRIBUNNEWS.COM-Seorang anak berinisial (TY) di Kebumen, Jawa Tengah, dianiaya ibu kandung (SD) hingga meninggal dunia.

Peristiwa besar takdir terjadi pada Selasa (23/6/2020), kediaman mereka Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, kejadian berawal saat tersangka meminta ibu kandungnya untuk memanipulasi data warisan. Memang, donasi sebelumnya sudah habis.

Namun, sang ibu dengan tegas menolak permintaan tersangka.

“Tersangka mengaku marah kepada korban karena tidak mau mengubah kesepakatan. Ia mengatakan:” Ini yang dilakukan keluarga pada 2015. Pantat, seperti dikutip Kompas.com.

Menurut Rudy, dalam perjanjian disebutkan tersangka telah menjual 30 hektar tanah milik keluarga senilai Rp 45 juta. Alisan akan membicarakannya nanti. Dia menjelaskan: “

” Namun, saat diminta ganti baju, korban menolak dan membuat tersangka marah. Sering dianiaya

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *