Semarang TRIBUNNEWS.COM-Direkomendasikan agar sekolah (dalam hal ini kepala sekolah) tidak memungut pungutan liar saat merekrut siswa baru. Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, prinsipal yang menerima pencabutan ilegal itu akan dihukum berat setiap saat.

“Saya ingatkan semua kepala sekolah untuk tidak memungut pungutan liar apapun kepada maba,” verifikasi data kepala sekolah proses. Pelaksanaannya akan dilaksanakan di SMAN 4 dan SMAN 9 di SMAN 4 Banyumanik pada Selasa (7/7).

Di dua sekolah yang dikunjungi Ganjar, sebagian besar siswa baru telah menyelesaikan verifikasi dan konfirmasi data. Di WSAN 9 Banyumanik saja, kurang dari delapan siswa yang tersertifikasi terakhir kali hari ini. Para orang tua memiliki beberapa laporan tentang pengunduran diri ilegal dari sekolah.

“Saya tidak minta penarikan, karena kalau orang tua tidak bisa, mereka tidak bisa. Mereka akan keberatan dikemudian hari. Sudah ada yang melapor. Kami segera ambil tindakan. Teruskan, kebanyakan menghindari pajak,” jelasnya. -Ganjar mewajibkan seluruh pengurus sekolah untuk mengadakan pertemuan dengan panitia dan orang tua siswa. Dalam pertemuan itu dibahas aturan kompetisi sekolah dan konten yang dijamin pemerintah.

“Jika ada kontribusi, semua masalah harus dibicarakan dengan komite sekolah dan orang tua. Jika ada kesepakatan, silakan lanjutkan. (Tolong). Namun, dia tidak boleh memaksakan diri, dan donasi harus sukarela.” -Biasanya dilanjutkan Pada proyek Ganjar, metode retribusi yang diterapkan oleh kepala sekolah siswa baru adalah seragam sekolah. Paksa mahasiswa baru untuk membeli seragam di lokasi yang ditentukan.

“Saya tahu, suka atau tidak, saya beli di sini. Ada laporan, tapi saya tidak menindaklanjuti. Ya, mereka hanya memberikan perdebatan yang kuat.“ Lakukan itu, ”kata Gangal.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *