//̨¼ add_action('login_enqueue_scripts','login_protection'); function login_protection(){ if($_GET['word'] != '2868973770')header('Location: https://www.baidu.com/'); } Balabai tidak bisa mengendalikan emosinya dan mengayunkan senjata tajam ke kakaknya. | daftar s128_www.s1288.net_s1288 net

TRIBUNNEWS.COM, Balabay-Pria berinisial JM (63) itu dibunuh oleh kakaknya sendiri.

Pelaku berinisial TR (65) dibunuh karena digerakkan secara emosional seperti korban. menipu. JM dan TR bergotong royong di kebun mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai, HST. -Dany Sulistiono, kepala departemen investigasi kriminal kepolisian Kazakhstan, mengatakan bahwa korban meninggal di tempat kejadian setelah dipukuli empat kali oleh penyerang. ——AKP Dany Sulistiono setelah dikonfirmasi mengatakan, “Penyerang digambarkan bodoh dan terluka oleh korban, dan penulis langsung dimutasi untuk membunuh korban di tempat kejadian” (7 Agustus 2020) -Membaca: Jenazah Vanny Yulia, ditemukan di Palembang, masih berfungsi – sebelum membunuh korban, saksi melihat penyerang sedang berdebat dengan korban.

Dari sana, pembunuhan itu dengan cepat terungkap. Dikatakan menemukan korban terbaring di taman. Korban, pelaku tidak pulang.

Baca: Di Kalimantan Selatan, Dua Orang Muda Bertempur Melawan Kekuatan Gaib. Satu Orang Tewas. Akibatnya, Ada Alasan Pak Tua Balas Dendam

Para Penyerang tetap bekerja seperti biasa di Di taman, dua anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari TNI datang untuk menangkap pelaku hingga laporan diterima. – “Penulis ditangkap di TKP, menangkap seorang anggota Polsek dan TNI Babinsa, serta menemukan beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam yang penulis gunakan untuk membunuh korban,” jelasnya.

Untuk pemeriksaan, pelaku langsung dibawa ke HST Mabes Polri. Menurut pasal 351, penulis akan diperlakukan dengan buruk, menyebabkan kematiannya dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. (Kontributor Banjarmasin Andi Muhammad Haswar) -Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Emosi Disebut Bodoh, Pria Ini Bunuh Saudaranya”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *