TRIBUNNEWS.COM, Kato-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah menjadi langganan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun bencana tampaknya akan segera berakhir di tangan dingin Ir Ben Brahim S Bahat. Kedua penguasa Capuas ini melahirkan inovasi-inovasi dalam menghadapi bencana tahunan.

Dan ide yang diajukan adalah yang pertama kali di dunia. Untuk energi panas bumi, ini langkah Perhutani-Ben menuturkan, bagaimana mengatasi kebakaran hutan dan lahan dengan membuat jenis turbin angin atau baling-baling tertentu.

Baling-baling memompa air dengan bantuan angin agar air dapat terus mengalir.

Menurutnya, sumber air tersebut dulunya digunakan untuk membasahi lahan gambut yang pernah menjadi waduk.

Dengan cara demikian, lahan gambut akan tetap basah bahkan pada musim kemarau. – “Karena lahan gambut mirip spons, maka saat terciprat air kondisinya menjadi basah bahkan di musim kemarau. Musim kemarau,” kata Ben dalam keterangannya, Jumat (11 November 2020).

Bacaan: Angin kencang di Aceh diperkirakan berlanjut hingga September, Waspadai kebakaran hutan — kata pria kelahiran Gohamandan di tengah Gary. Setelah memasuki musim kemarau, Embung bisa mengatasi masalah kekurangan air.

Selain itu, Ben menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dunia.

Dia mengundang siapa saja yang ingin menggunakan idenya saat memprediksi kebakaran hutan dan lahan. Cara ini dinilai tidak mahal.

“Jika ada penyok, itu pilihan yang lebih baik, agar air bisa terus dipompa ke tanah basah, dan air ini juga bisa digunakan untuk lahan tanam dan peternakan,” kata Ben. Ia juga mencontohkan prestasi terkait penemuannya, yakni penguasaan hak paten (hak cipta) nasional dan internasional di bidang konstruksi jembatan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *