TRIBUNNEWS.COM-Seperti yang kita ketahui bersama, bapak yang disingkat A (41) ini mencuri handphone untuk dipelajari anaknya secara online.

Ketika istri dari Menteri Sosial Grace Juliari Batubara (Grace Juliari Batubara) datang ke Garut (Garut), air matanya pecah dan memberikan handphone dan laptop kepadanya. . -Sebelumnya, cerita A mencuri ponsel tersebar luas di media sosial dan menggugah simpati masyarakat. -Dia tidak berharap mendapat banyak bantuan.

“Saya sangat senang bisa dibantu. Terima kasih Bu Grace sudah memberikan anak saya laptop agar dia bisa belajar online,” ucap Ah Zai sambil berlinang air mata, Rabu. (2/9/2020) .

Bacaan: Ayah Nekat Mencuri Ponsel untuk Anaknya Agar Bisa Belajar Online, Tinggal di Rumah Kecil dan Makan Lima Mie

Baca: Warga Histeris Lihat Bayi yang masih hidup masih menangis setelah dikuburkan, dan sang ibu membuat panik anaknya untuk melaporkan kejahatan tersebut ke polisi dengan harapan bantuan serupa hanya dapat diberikan untuk dirinya sendiri. Namun, ia bisa diterima oleh orang lain yang bernasib sama seperti dirinya dan keluarganya. -A Adalah pekerja kepala setiap hari. Gajinya Rp 5 juta. Ia juga sering mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Dharma Wanita Grace Juliari Batubara, Konsultan Kementerian Sosial, mengaku terharu dengan cerita A dan menyiapkan segalanya untuk pendidikan anak. Sebuah cerita yang masuk akal mungkin sedang dipelajari.

“Saya melihat ceritanya di media lalu datang ke rumahnya. Ayahnya hendak mencuri ponselnya dan anaknya bisa belajar secara online. Saya akan bantu dengan laptop, ponsel, dan perlengkapan sekolah,” kata istri Mensos itu. , Juliari Batubara (Juliari Batubara).

Kemarin, Rahmat juga memberikan 1.000 bungkus sembako untuk warga Garut. Pemerintah juga dapat mengambil tindakan cepat untuk menyelesaikannya.

“Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mendapatkan kuota internet. Saya harap dia dapat menyelesaikan masalah yang sama seperti dokter gigi”, katanya.

Ayah dari anak yang khawatir dipenjara — S (13) sedih dan gembira saat ditolong oleh laptop dan handphone istri Rahmat Juliari Batubara, Menteri Sosial. S adalah anak ayah. Dia mencuri ponselnya untuk anaknya belajar online. Dia khawatir ayahnya akan melakukan ini. Dihukum penjara karena melanggar hukum pidana.

Namun, bantuan yang banyak, termasuk bantuan terakhir, kini datang dari istri Menteri Sosial.

Khusus Grace’s sengaja dikembalikan ke Desa S Cilelang di Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler. -Grace mendapat bantuan dari S setelah melihat kisah perjuangan ayah S di media massa. Ayah -Ayahnya memulainya dengan singkatan A (41) dan dia harus mencuri ponselnya agar putranya yang baru masuk universitas dapat belajar secara online. — Bacaan: Pria itu Mencuri Moto Berkali-kali di Mesjid, Pura-Pura Sholat, dan Maksimal Aksi 5 Menit — Ponsel yang Dicuri Akhirnya Ditemukan Pemiliknya, Dan Pemiliknya A.- — A Sering Melayani Pemiliknya Setiap Hari. -Kesulitan ekonomi membuat A merasa frustasi. –Dia membawa ponselnya agar putranya bisa belajar. Saya suka meminjam ponsel dari tetangga saya. Kuota membeli Anda. Terkadang jika ponsel tetangga dipinjam, S tidak akan mempelajarinya. “-Tidak menyangka akan melakukan hal-hal ayahnya sehingga dia bisa belajar. Ketika dia mengetahui bahwa ponsel yang dia pelajari dicuri, S terkejut dan menangis. — Dia khawatir ayahnya dalam masalah hukum.

Beruntung Ya, pemilik ponsel yang dicuri itu ramah dan membawa kembali laporan polisi, kini konsultan Dharma telah menyumbangkan komputer laptopnya kepada Rahmat Juliari Batubara, istri dari Kementerian Sosial. – – S sangat bersyukur, saya tidak menyangka mendapat perhatian terlalu banyak. Ia berharap bisa memberikan bantuan serupa kepada warga lain yang membutuhkan. Pueraria. Katanya, lalu ada polisi. Yang mau berbuat apa saja untuk belajar bagi anak-anaknya.- — “Saya mengambil waktu untuk pulangBaru setelah melihat ceritanya di media, ayahnya bersiap untuk mencuri ponsel agar anaknya bisa belajar online. Saya di sini untuk memberikan bantuan laptop, handphone, dan perlengkapan sekolah, “kata Grace. Ia juga memberikan 1.000 paket sembako kepada warga Garut.

Situasi A ini bisa terjadi di mana saja. Pemerintah juga bisa mengambilnya dengan cepat. Tindakan untuk mengelola .

Dia berkata: “Mendikbud memberi siswa fleksibilitas untuk mendapatkan kuota internet. Semoga ini bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat Garut, ”(TribunJabar.id / Firman Wijaksana) dimuat di tribunjabar.id dengan judul“ Mencuri Ponsel Anak untuk Belajar Ayah Menangis Online ”, Istri Menteri Garut memberikan dukungan telepon.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *