TRIBUNNEWS.COM-Terpidana kasus korupsi kredit fiktif senilai Rs 41 crore di Bank BPD Pasangkayu akhirnya ditangkap.

Pelaku ditangkap setelah menjabat sebagai DPO selama 10 tahun. –Laode Hasan, terpidana atas nama Arman berhasil ditangkap pada pukul 09.30 waktu setempat pada Minggu (20/9/2020) di kawasan permukiman Aroepala Angin Mamiri E1, Kecamatan Rappocini, Makassar. Salah satunya atas nama Arman Laode yang ditangkap di tempat persembunyiannya di Makassar. Hasan dinyatakan bersalah oleh pengadilan korup karena memberikan pinjaman fiktif di BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu untuk jasa konstruksi likuiditas. Penjahat ini telah hilang selama 10 tahun. Pidana Arman Laode merupakan DPD keempat yang dilindungi tim intelijen Kejaksaan Agung Sulawesi Barat.

Baca: Tersangka Kasus Korupsi BTR Aceh-Nias, Kerugian Rp 454 Juta dalam Negeri Ditangkap dan Kabur 12 Tahun-Baca: Kejaksaan Saksikan Kasus Korupsi Impor Tekstil PT Eagle Glove Indonesia Sebagai Saksi

“Tim intelijen sudah melakukan pemantauan kurang lebih dua hari, dan setelah berhasil memastikan bahwa terpidana hadir, tim intelijen bergerak dan berhasil. Ia menjelaskan:“ Penjahat itu ditangkap dan segera dibawa ke Makassar. Kantor kejaksaan melakukan tes cepat. “— Saat ini Amran Laode (Amran Laode) akan pergi ke Mamuju Sulbar untuk menjalani hukumannya, dan sisa hukumannya akan dilanjutkan.

(Tribun Timur / Nurhadi)

Judul artikel ini adalah tribun-timur.com. “Buronan 10 tahun, kasus kredit fiktif, divonis penangkapan terpidana Bank Surba Pasankayu di Makassar”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *