TRIBUNNEWS.COM, Maine-Seorang siswi SMA mengaku berulang kali dipukul oleh ayah tirinya.

Didampingi keluarganya, mahasiswa tersebut mengutuk ayah tirinya dan memberikan PPA singkatan L (perlindungan perempuan dan anak) kepada Polsek Medan Labuhan. Korban yang tinggal di Marelan, Medan mengaku dianiaya oleh ayah tirinya sebanyak 10 kali.

Edy Safari, Kapolsek Labhan, Medan, membenarkan laporan keluarga korban kemarin (28/9/2020). Dia mengeluarkan surat perintah penangkapan (SPKap) terhadap tersangka pelaku L.

“Sudah ada 28 rekanan terbatas, dan di luar SPKAP ini baru penangkapan saja”, ujarnya. Ia melaporkan ke forum tersebut pada Selasa (29/9/2020). -Dia Mengatakan bahwa sejauh ini penyelidikan telah dilakukan terhadap korban dan saksi.

“Jika ini adalah penyidik, ini jelas” ini hanya penangkapan. ” Kami juga akan memeriksa hasil otopsi. Korban dan saksi diperiksa dengan cermat, ” kata Edy. -Sebelumnya, korban mengatakan apa yang harus dilakukan dengan ibunya. Perilaku cabul ini pertama kali dilakukan oleh ayah tirinya L pada September 2019 dengan membujuk dan memaksa korban. Korban mengatakan: “Saat itu ibu saya pergi ke kantor pajak untuk membeli sembako untuk dijual kembali di depan rumah.” Ditemani ibu dan keluarganya.

Baca: Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun di Simalungun menjadi tetangganya yang sudah lanjut usia Korban pelecehan seksual

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *