Laporan reporter berita Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi aktif membantu pemerintah dalam penyemprotan dan pendistribusian massal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada masyarakat, 9 September 2020.

Terutama di pesantren di daerah Banyuwangi. Ini untuk mendukung penerapan kebiasaan baru (new normals) di Banyuwangi.

Dalam sambutannya PMI Kab. Banyuwangi menyampaikan bahwa beradaptasi dengan kebiasaan baru merupakan salah satu cara untuk mengubah perilaku, gaya hidup dan kebiasaan masyarakat. Standar baru, yang menjadi kunci untuk selalu sehat selama pandemi COVID-19- “Saat PSBB mulai mengendur, protokol kesehatan masih diterapkan, sehingga kami dapat menjaga produktivitas sekaligus mencegah penularan virus corona,” ujarnya. Ditulis dalam keterangan pada Jumat (10 Juli 2020).

Ketika langkah pelonggaran mulai berlaku, masyarakat dihimbau untuk menerapkan tata cara penggunaan masker bagi tenaga medis, menjaga jarak ideal, mencuci tangan secara teratur dengan sabun, rutin berolahraga dan menjaga asupan gizi.

Ketika kawasan tersebut menjadi kawasan aman (green area), akan terjadi adaptasi kebiasaan baru. Saat ini, Banyuwangi termasuk dalam zona kuning atau zona berisiko rendah.

Untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan kesepakatan sanitasi, bila disampaikan secara tatap muka terasa sangat efektif.

Sebagai dukungan sosial, PMI Kabupaten Banyuwangi telah mencetak sekitar 3.500 materi media kertas IMR, yang didukung oleh PMI Pusat dan USAID.

PMI Kab. Banyuwangi juga memproduksi 20.000 lembar topeng kain, yang akan didistribusikan kepada publik bersama dengan media kit dalam sabun dan biskuit PMI Pusat. Panti asuhan Kab, panti jompo / lansia dan orang yang terdampak COVID 19. Banyuwangi dari Subyueh, H. Subaweh, wali Pondok Pesantren Al-Atiq di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah menyemprotnya secara gratis.

Ia berharap melalui penyemprotan dan sosialisasi ini, para mahasiswa semakin memahami bagaimana menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit, terutama untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Harapannya apa yang telah dilakukan PMI kepada para petani kita, mahasiswa kita akan terhindar dari segala penyakit. Apalagi saat itu, kata dia, terima kasih lagi PMI dan desa-desa, jalanan dan semua pemerintah yang berpartisipasi dalam kesempatan ini. Ini sebagian besar disebabkan oleh pecahnya PMI.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *