TRIBUNNEWS.COM, Negara Bagian Griswick-Kamis (28/5/2020) memancarkan suasana hangat di perbatasan kawasan Manar dan Bungah Griswick.

Ribuan penduduk di dua blok datang ke jalan dan hampir jatuh ke medan pertempuran. Pertengkaran, bahkan pertengkaran. Desa Sembayat di Kecamatan Manarar dinilai diskriminatif karena melarang warga Desa Karangrejo berjualan di pasar di Desa Sembayat.

Hal ini menimbulkan pertengkaran antar warga di dua ruas jalan tersebut .

Bacaan: Lima pelajar Cianjur divonis 9 hingga 12 tahun penjara setelah terbukti membakar polisi hingga tewas. – Bacaan: Dukung Usulan Pemerintah dan Meringankan Hukuman Beban Orang Yang Terkena Covid-19 Adalah Sungai Lamong Gresik-Baca: Menteri Olahraga dan Federasi Sepakbola Italia sepakat Gelar Pertandingan 20 Juni 2020-Baca: Juli Akan Jadi Penurunan Pertama Dorna di MotoGP Satu langkah baca: Guru Pengerak Harus Jadi Pimpinan Pendidikan – Ribuan warga Desa Karangrejo turun ke jalan dan menggunakan bam bou untuk menutup jalan menuju desa mulai pukul 10.00 WIB. . Tiga desa di Kecamatan Bungah yaitu Kramat Villa Ge, Desa Tanjungwidoro dan Desa Watuagung ingin keluar dari desa tersebut karena tidak bisa lewat. –Bahkan, warga di dua wilayah itu sempat berselisih sebelum akhirnya disebarluaskan oleh aparat keamanan. -Untungnya, tidak ada tindakan waspada yang diambil selama insiden tersebut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *