TRIBUNNEWS.COM-Data penerima bantuan sosial (TSB) di Kota Kraden, Jawa Tengah tidak memiliki pembaruan yang diketahui.

Karena itu, tujuan dari kelas menengah dan bawah yang seharusnya menerima banyak bantuan adalah salah.

Bahkan, ada penerima manfaat dari kepala desa hingga pegawai negeri.

Distribusi BST dari Kementerian Sosial (Kementerian Sosial) di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah tidak memenuhi persyaratan. -Alasannya adalah bahwa penghuni yang tidak mendapat manfaat selalu dicatat dalam daftar penerima bantuan.

• POPULAR bisa mendapatkan bantuan dua kali sebelum tidak bisa tidur. Kakek merasa bahwa tujuannya tidak jelas dan pengembalian uang.

• POPULER lumpuh 5 tahun yang lalu, kalaupun anaknya diberhentikan, kondisinya hanya jika mendapat pertolongan-malah bantuan yang diberikan setiap bulan selama tiga bulan sebesar total 600.000 rupiah, Kurangi beban warga yang terkena pandemi virus corona atau wabah Covid-19 yang sebagian ditanggung oleh Kepala Desa (Kades).

“Lurah memang disambut baik, tapi udaranya sedang asyik. Tidak apa-apa, ”kata Much Nasir, Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Pelayanan Sosial Keluarga Berencana bagi perempuan di Kabupaten Cladden, kepada Kompas.com (13/5/2020). -Nasir mengatakan data yang digunakan kementerian itu. Data yang digunakan dalam data sosial untuk penyaluran uang bansos ini adalah data tahun lama.

Saya curiga kepala desa yang menerima BST tidak terpilih. Terus saya tidak tahu. Tapi ketika dia kaget, sudah jelas. Melaporkan kepada kami Dia berkata: “Ini tulus dan harus dihargai.” Halaman berikutnya Halaman berikutnya

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *