Hendrar Prihadi (Hendrar Prihadi) mengungkapkan mengapa PSBB tidak diterapkan selama pandemi Covid-19

Laporan oleh Reza Deni, reporter Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Sambo Walikota lama Hendrar Prihadi (Hendrar Prihadi) mengungkapkan alasan mengapa Kota Semarang tidak menegakkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) selama pandemi korona atau Covid-19.

Menurut Hendrar, ketika Covid-19 menyerang Semarang, itu akan berdampak pada masyarakat dan ekonomi. Tanpa batas waktu – “Lalu orang dipaksa untuk tidak berinteraksi dengan komunitas lain, tinggal di rumah dan bekerja di rumah, yang mengarah pada penjualan dan penjualan, penurunan ekonomi, modal kosong, restoran kosong, turis meskipun Semarang diposisikan untuk fokus pada pariwisata Bisnis dan layanan kota, tempat wisata juga sangat sepi, “kata Hendraer dalam rencana BNPB, Kamis (6/4/2020).

Kemudian, Hendraer mengatakan bahwa dia setuju untuk mengambil rute tengah Kota Semarang, yaitu untuk menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

PKM Kota Semarang sekarang berada di fase ketiga hingga 7 Juni 2020.

“Setiap kelurahan memiliki tiga patroli, sehingga 177 kelurahan dikalikan dengan tiga. Ada juga 3 kabupaten, jadi ada 3 dari 16 kabupaten, dan kemudian juga di kota-kota besar. Anggotanya adalah unit regional TNI- Polri juga teman Pemerintah Kota Semarang, “katanya. Hendrar mengatakan bahwa setelah PKM diundangkan, jumlah kasus positif Covid-19 di Semarang telah berfluktuasi.

Dalam volume pertama dari akhir April hingga awal Mei, jumlah pasien positif Covid-19 telah menurun.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *