TRIBUNNEWS.COM-Pasca aksi mogok, sebanyak 109 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir Sumsel resmi dipecat.

Mereka dipecat karena “Mereka dianggap tidak punya jabatan. Ogan Ilir ditandatangani oleh Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.

Ilyas Panji Alam Ilyas Panji) menulis dalam surat tersebut bahwa ketika negara membutuhkan tenaga untuk mengatasi wabah virus corona di Ogan Ilir, tenaga honorer tersebut telah pergi selama lima hari berturut-turut. — Tentang No. 191 / KEP / RSUD / 2020 Perintah Bupati Ogan Ilir No Soal Pemberhentian Kasar Tenaga Kesehatan Kehormatan RSUD Ogan Ilir

Baca: Protes Mogok, 109 Tenaga Kesehatan Ogan Ilir Dipecat Bupati: Mencari Penelitian Baru

Bacaan: Tidak Kurang dari 109 Staf Medis Ogan Ilir Telah Dipecat Ini adalah Pidato untuk Kelompok Kerja Covid-19

Di saat yang sama, Direktur Rumah Sakit Distrik Ogan Ilir, Dokter Loray Roretta Arta Guna Riama (Roretta Arta Guna Riama) membenarkan pemecatan tersebut. –Roretta menyatakan bahwa alasan pemberhentian 109 tenaga medis tersebut adalah karena mereka tidak pernah bertugas.

“Mulai Mei Mulai Jumat tanggal 15, tidak lagi bekerja. 2020 hingga Selasa (20/5/2020). “

Sekalipun kita punya waktu untuk bertemu,” ujarnya mengutip Sripoku.com, Kamis (21/5/2020). Manajemen Rumah Sakit Ogan Ilir percaya bahwa pemecatan itu karena hasutan hak mereka tidak dapat diraih.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *