TRIBUNNEWS.COM – Inisial Nenek adalah IBR (56). Dia memukuli empat anak di Surabaya dan akhirnya ditangkap oleh polisi.

Para korban IBR adalah anak laki-laki dan perempuan. Sudah di Surabaya utara sejak 2019.

Mode IBR menyediakan makanan ringan, es krim dan ponsel untuk para korban.

“Pada awalnya, seseorang membujuk saya, dan kemudian memberikan ponsel saya untuk menonton YouTube,” kata IBR.

Membaca: Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dipukuli dan dibunuh oleh seorang pengantin wanita, dan ibu korban menangis: minggu depan, dia Memasuki TK-Membaca: Pasangan itu membunuh anak, sang suami memperkosa korban karena dia tidak puas dengan istrinya dan ingin membeli sosis-AKBP Surabaya Kapolres Tanjung Perak (Kapolres Tanjung Perak) Di Pelabuhan Surabaya, pengungkapan kasus pedofilia dimulai ketika keluarga korban melapor ke polisi. Kata Ganis, Jumat (10/10/2020). Hasil survei menunjukkan, selama ini empat korban berani mengutuk perilaku cabul kuno ini. Kawan .

Kami menduga ada korban lain, yang menjadi keganasan pemangsa anak ini.

“Mungkin ada korban lain. Dia berkata:” Kami masih menyelidiki. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *