Laporan oleh reporter TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNNEWS.COM, seorang guru pribadi dan kepala sekolah Pamekasan-Madura Pamekasan, yang memulai dengan inisial dalam bahasa Inggris, dituduh oleh polisi karena menyebarkan penipuan tentang virus korona. pertanyaan.

Penulis yang bekerja di sebuah sekolah di distrik Omben Kabupaten Sampang mengedarkan informasi bahwa penduduk desa dari Lemper dan Pamekasan adalah halo.

Selain itu, isi pesan voicemail yang disiarkannya melalui grup WhatsApp juga menunjukkan bahwa keakuratan informasi tentang keberadaan penduduk desa Lemper telah dikonfirmasi, dan penduduk desa ini memiliki reaksi positif terhadap kontraksi virus korona. Penghargaan kepada walikota Lemper.

Bahkan, dalam rekaman saat ini dari penyebaran virus di berbagai kelompok WhatsApp, MS juga menjelaskan pekerjaan pasien yang dikatakan secara aktif terinfeksi dengan coronavirus.

Pelepasan rekaman itu langsung membuat orang-orang Pamekasan tidak nyaman dan menjadi dialog publik.

Mengenai perilaku SP, kepala desa Lemper segera menyerahkan kasus itu ke Kantor Polisi Pademawu, dan MS segera diselidiki hari ini.

Baca: [HOAX] Berita Januari, pasien positif Corona dari Belanda dirawat di Malang, rumah sakit memiliki perselisihan

Baca: pemakaman ibu Jokowi selesai di perusahaan

Baca: Guitar chords Dan lirik lagu Tempest-Chrisye, dan tentunya video musik-Padmawu Pamekasan, Kepala Seksi Reserse Kriminal, Ipda Sui Anto (Ipda Suy anto) mengatakan bahwa MS telah diperiksa di tangan kirinya Rabu (2020/25/25). Dia mengatakan bahwa berdasarkan persetujuan dan klarifikasi MS, MS awalnya diterima sekitar pukul 10:00 pagi pada hari Selasa Selasa (23 Maret 2020) ketika seorang pejabat desa dari Pademawu Barat menelepon. Selama percakapan, keduanya membahas fakta yang tidak diketahui bahwa seorang penduduk di Lemper telah terinfeksi virus korona.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *