Samalinda Negeri TRIBUNNEWS.COM-Agen Abdul Wahab Sjahranie dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samalinda Kalimantan Timur memanggil petugas Kepolisian Samalinda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melindungi pasien.

N, Pasein menjadi gila karena dia menolak dikarantina pada hari Jumat (10 April, 2020). Tes cepat N (tes cepat) menunjukkan bahwa dia positif Covid-19.

Ketika dia sangat marah, N memecahkan jendela kaca dan menghancurkan pintu ruang RSUD yang terisolasi. -Menurut pemberitaan, Osa Rafshodia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Samarinda, Sabtu mengatakan: “Ia (pasien) juga mengancam perawat dengan pecahan kaca. Sabtu Kompas.com. (04) / 11/2020).

Setelah dibujuk, pasien akhirnya dihibur.

Akibat penolakan tersebut, pasien rombongan Ulama Ijtima Gowa akhirnya dibebaskan.

Namun, pasien tersebut terpaksa hidup Mengisolasi diri di rumah. Ossa berkata: “Dia mengisolasi kami di daerah itu selama 30 hari dan Dipul serta BPBD merekrut tim Dinkes. B

Osa menjelaskan, berdasarkan hasil tes virus corona respon cepatnya, pasien diisolasi di rumah sakit pada 8 April lalu.

Staf medis kemudian mengirim pasien ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dirawat (penulis Kompas.com, Samarinda / Zakarias Demon Daton). Covid-19, mendobrak pintu, mengancam perawat dengan pecahan kaca “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *