TRIBUNNEWS.COM-Seorang ayah dan anak masuk daftar hitam karena asyik mendaki Gunung Slamet.

Bahkan menipu petugas.

Hal tersebut terungkap dari foto yang diunggah ke FB. Dua tahun setelah mendaki Gunung Slamet dari ayah dan anak di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, sebuah foto diunggah ke Facebook. Pada 12 Juli 2020, ia ditipu di jalur pendakian saat berada di Tol Banbanan di Kabupaten Purbalingga. Ucap Sugito saat dihubungi, Rabu (8 Mei 2020) .

Baca: Misteri Hilangnya Kuil Gunung Sipandudian

Lille: Pedagang Bakso di Puncak Cikuray Garut , Jika Ada Tukang Cilok yang Menjual Warung Oleh-Oleh — Baca: Sebelum Mendaki Gunung Mohon Pahami Perbedaan Ba ​​ckpack, Ransel, Transportasi dan Daypack

Sugito mengungkapkan bahwa ayahnya mengunggah foto pendakian ke Setelah Mount Slamet Station 5, pendakian akhirnya diumumkan.

“Dia menaruhnya di Facebook dan terus menunjukkannya sampai 5 dirilis. Pesan rilisnya adalah mereka mengundang anak-anak mereka untuk memposting5. Saat penerbit mengetahui hal ini, pengelola kaget dan mengabarkan kami masuk daftar hitam, “kata Sugito. -Pelarang pendakian yang diberlakukan sejak Agustus 2019 berdasarkan informasi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi. Mitigasi bencana geologi (PVMBG) ), Status Slamet berubah dari normal menjadi waspada .. Sugito mengatakan: “Kami menghormati PVMBG.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tua dari Kabupaten Purbalingga divonis larangan dua tahun mendaki Slamet.

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul “Ayah dan Anak-” Masuk Blacklist, “Gara-gara Mendaki Slamet Tapi Di Luar FB”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *