KEDIRI, TRIBUNNEWS.COM-Sungguh frustasi warga Kampung Ngampel di Kota Kediri menggerebek kos-kosan tersebut karena puluhan anak muda begadang di rumah kos pada dini hari. Ketika tiba di Satimin, warga dan pejabat menemukan 14 orang saat fajar pada hari Minggu (19/42020), termasuk 12 pria dan 2 wanita, yang bukan Muslim.

Selain berdiri kemudian, mereka juga dicurigai melakukan perilaku tidak bermoral

Dari pensiun Satimin, 14 orang ditemukan, termasuk 12 dan 2 yang tidak Wanita muslim. -Membaca: Fakta bahwa Bripda Irsan menggunakan gaji pertamanya untuk membeli makanan bagi warga terdampak. Penulis: Corona

baca: Marco Materazzi pada Peringatan Cuti Jose Mourinho dan Ronaldo – Baca: Riset Dukungan Keluarga, Telkomtelstra Buka Akses Gratis Belajar Digital

Ini Di Atas Raid Pensiun.

Urutan kronologis penggerebekan yang dipimpin oleh warga sekitar pensiun dimulai dari warga, karena mereka masih muda dan cantik, dan selalu ada hingga dini hari ketika pandemi Corona atau Covid-19 mereda. Sangat mengganggu.

Di masa lalu, penduduk bahkan mengeluarkan peringatan lisan, tetapi mereka diabaikan.

Untuk mencegah warga akhirnya diserbu oleh agen polisi Satir dari Kota Satiri. — Konon pensiunan karena perilaku tidak etis dilakukan oleh agen-agen Satrep di Kota Gidiri bersama dengan warga Hotel Vallon Thani milik istri Sri Lanka. Di desa Tosaren di kota Kediri.

Dari hotel, penghuni mendapat 4 pasangan non-suami dan istri yang tinggal di satu kamar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *