TRIBUNNEWS.COM-Baru-baru ini, pemberitahuan didistribusikan tentang pengumpulan data dari warga miskin yang terkena virus korona (Covid-19) di Desa Pepe, Sidoajo, Jawa Timur.

Pemberitahuan itu diposting online oleh pemilik akun Twitter @indomiegoremng pada Minggu (26 April 2020).

Pemilik akun terkejut dengan kondisi keluarga yang buruk yang tercantum dalam brosur.

“Apakah kondisinya harus seperti itu, benar-benar aneh bahwa Anda juga suka covid-19, harus ada standar yang mengatakan:

Di koran aneh:” Bahkan Corona tidak membeda-bedakan, itu benar-benar Sangat aneh, sangat sukses, tidak ada standar bagi siapa pun untuk dikalahkan. “

Dalam surat yang diunduh, tampaknya ada 14 kriteria keluarga miskin untuk mendapat bantuan dalam pandemi Covid-19:

1. Luas lantai <8m2 / orang

2. Lantai / Bambu / Lantai parket murah

3. Bambu / ilalang / dinding kayu murah / tembok tanpa plester

4. Buang air besar tanpa fasilitas / dengan orang lain

5 penerangan tanpa listrik– – 6. Minum air di sumur / mata air / sungai / air hujan yang tidak terlindung

7. Kayu bakar / arang / minyak tanah

8. Jangan makan daging / susu / ayam seminggu sekali

– 9. Satu set pakaian pertahun ke-10. Makan 1 s / d 2 kali / hari pertama ke-11. Tidak bisa di poliklinik / poliklinik-12 Sumber pendapatan petani adalah lahan <500 meter persegi , Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, upah lainnya <600.000 rupee / bulan

13. Pendidikan KK tidak sekolah / tamat SD / tamat SD

14. Tidak ada tabungan / mudah minimal Jual Barang dengan Harga Rp 500.000

Baca: Perawat Virus 3 Dikeluarkan dari Asrama dan Tinggal di Rumah Sakit, Rudy Walkot (Rudy Walkot) Solo Murka: Kelewatan!

Baca: Tengah Viral, Komentar-komentar Bupati Klaten Sri Mulyani yang lalu jadi fokus perhatian: Saya sudah jadi Bupati Masbro-konfirmasi dari Tribunnews-pemilik rekening berlokasi di Desa Pepe, Sidoarjo, Jawa Timur (Jawa Timur) ) Mengaku telah menerima surat edaran dari pengelola RT setempat.

“Kalau mendapat informasi (surat edaran) dari pengelola RT,” ujarnya kepada Tribunnews.com, Senin (27/4/2020). – – “(Edaran) hanya dibagikan ke setiap RT. Dia menambahkan. Namun demikian, dia mengakui bahwa tidak ada keluarga yang memenuhi kondisi tersebut di lingkungannya. Ini karena pemilik rekening tinggal di pemukiman. – “Kalau tidak ada rumah, dia bilang:” Soal standar yang tertuang di surat itu, saya tanyakan ke petugas imigrasi setempat. “Dia masih berdiskusi, jadi apa tujuan standar itu. Bacaan: Virus Banding RW 02 Krozen Malang Tidak Terima Pesantren untuk Tenaga Medis. Begini Penjelasan Lula-Bacaan: Bantu Anjing Pakai Beras Virus, Fadli Zon Sambut Nama dan Ajukan Pertanyaan Ini- -Saat yang sama, Sukamto, ketua RT setempat, mengaku telah menerima surat edaran dari Kantor Desa Pepe pada Sabtu (25/4/2020). — Setiap pemilik akun @indomiegoremng, Sukamto pun menanggapi standar yang tercantum dalam surat edaran ini. Tujuannya bingung kantor desa Pepe.

Covid-19 yang ada di desanya.

“Saya tidak tahu secara teknis (penyaluran bantuan),” kata Sukamto Saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (28/4/2020), katanya.

“Dia menjelaskan:” Baru Sabtu kemarin saya mendapat pemberitahuan dari Desa Pepe yang meminta saya membantu mereka yang terdampak Covid-19. Warga RT mendaftar. Sukamto pun mengatakan, setelah mendapat pemberitahuan tentang pendataan warga miskin terdampak Covid-19, pihaknya langsung berbincang dengan sejumlah pejabat dan warga sekitar.Benar-benar jika ada warga yang memenuhi standar yang diharapkan , Datanya akan dikumpulkan dan dikirim ke Kantor Desa Pepe.

Namun, Sukarmoto mengaku tidak ada warga di wilayahnya yang memenuhi 14 kriteria yang diatur dalam surat edaran yang diterimanya. — – “Kemudian saya berdiskusi dengan beberapa pengelola dan penghuni yang tidak berhak mendapatkan bantuan, dan ternyata tidak ada yang mau membantu. “Dia menjelaskan.

” Selebaran harus dikumpulkanItu hari Senin, tetapi RT saya tidak dengan orang lain, “katanya. Selain itu, dia mengatakan bahwa dia belum menerima penjelasan dari kepala desa atau Kelurahan tentang kriteria orang miskin yang terkena dampak Covid-19 untuk mendapatkan bantuan. Sukamto berkata: “

Belum ada penjelasan, dan saya belum bertanya kepada desa.

“Saya juga memberi tahu RT lain tentang RW saya, dan jawabannya sama,” jelasnya. (*)

(Tribunnews.com/Isnaya)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *