Reporter Tribune Jawa Barat Syarif Abdussalam melaporkan-Tribunnews.com, Departemen Perdagangan dan Industri Indonesia-Jawa Barat menyatakan bahwa banyak pusat perbelanjaan di Jawa Barat mengalami panik membeli atau berbelanja berlebihan, disertai dengan kasus virus Covido corona perkembangan dari. 19. Mohamad Arifin Soedjayana, kepala agen Indag Jawa Barat, mengatakan bahwa pembelian panik terjadi beberapa hari yang lalu, terutama di Bandung Raya. Aprindo)

“Saya juga keluar sekitar jam 10:00 kemarin, karena ada informasi dari teman-teman Aprindo, terutama di supermarket, dan pembeli banyak berkunjung. Jadi kemarin kami mengirim empat tim untuk menonton semua super Pasar. Bandung Raya berkata: “Kata Ariffin saat rapat di kantornya, Senin (16 Maret 2020).

Ariffin mengatakan bahwa hampir semua dari mereka telah meningkatkan pembelian konsumen yang dapat menjepit.

Dia juga mencatat lonjakan pengeluaran, dan akhirnya menemukan bahwa puncaknya dua atau tiga kali dari biasanya.

“Jadi, jika biasanya 100 (orang), bisa mencapai 200 atau 300. … Ini terjadi, dan kemudian saya harus memeriksa barang yang dibeli, yang kebanyakan adalah beras, minyak, telur, mie Dan gula dan komoditas lainnya, “kata Ariffin.

Baca: Zubati memuji pemerintah karena memotong alokasi dana birokrasi BOS: Kami tidak akan melaporkan terlambat

Baca: 113 orang meninggal sehari, Iran adalah korban tewas tertinggi

Baca: Jokowi dan menteri Sebuah pertemuan online untuk membahas percepatan ekonomi virus korona – Baca: 4 anggota KKB ditembak dan polisi menyita 3 senjata dan panah – Menurut Arifin, pihak yang ditanya meminta Aprindo untuk mengevaluasi pembelian tidak wajar.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *