TRISUNNEWS.COM-Kasus seorang pria di Gresik yang memaksa seorang siswa sekolah menengah untuk hamil berulang kali hingga mereka hamil kini memperburuk dugaan campur tangan di DPRD. Umpan dengan uang.

Tujuannya untuk merekonsiliasi tersangka, korban SG (50) dan MD (16) sampai mereka mencapai ranah hukum. Polisi mengatakan bahwa seorang pria berusia 50 tahun hanyalah orang tua dari kandang ayam sampai ia hamil 7 bulan. Polisi mengatakan mereka masih memeriksa beberapa saksi. Abdullah Syafii, penasihat hukum korban atau jurnalis, mengakui bahwa tawaran anggota DPRD dari Gresik dibuat sebelum klien mengutuk kantor polisi Gresik.

“Kami memiliki bukti bahwa di WA (whatsapp) dan karena itu, anggota MH dewan asli datang ke rumah korban untuk bertemu ibunya, dan ibunya tidak setuju, dan kemudian bertemu dengan orang sederhana , Dia datang dan mengaku menetap dengan keluarganya. Syafii mengatakan bahwa selama tidak dilaporkan ke polisi, godaan 500 juta rupee dapat meningkat menjadi 1 miliar rupee, 5 Mei 2020. Perilaku grafiti siswa sekolah menengah di grafiti– – Membaca: Azan Magrib dan berbuka puasa di Semarang, Saratiga dan sekitarnya pada hari Selasa, 5 Mei 2020 – Membaca: Berita terbaru dari Corona, Indonesia: 26048 staf PDP dan 239229 ODP-Dia menyesalkan ini karena anggotanya tidak cocok untuk ini. DPRD Gresik r. Dia menjelaskan: “Korban mencatat semuanya. “Namun, yang membuatnya penasaran adalah bahwa meski tidak ada kontak antara kedua orang tersebut, apa hubungan antara tersangka pelaku dan anggota DPRD Graciek. Jika anggota Kongres yang memahami hukum akan memberikan bantuan untuk mencegah mereka Keluar, “kata Syafii.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *