TRIBUNNEWS.COM-Perekam video pelecehan anak bisa disebut tindak pidana kekerasan fisik.

Ini karena memungkinkan terjadinya kekerasan terhadap anak-anak.

Ini tanggung jawab Ketua Panitia Nasional Atas nama Biro Kesejahteraan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menanggapi video virus yang menyerang anak dan memukuli teman-temannya.

Menurut laporan, video yang beredar di jejaring sosial menunjukkan kekerasan terhadap anak.

Dalam video tersebut, anak laki-laki dengan kemeja bergaris dan celana merah itu beberapa kali memukuli teman-temannya. Di pusat perbelanjaan Mushroom -sementara itu, temannya yang berjas hijau dan hitam tampak pendiam dan tidak menganggu. Ada juga suara laki-laki di video, dan laki-laki di video terdengar berkata “ Jangan bahasa Jawa ” menangis.

Ayah pelaku kekerasan?

Menurut informasi yang tersebar luas di jejaring sosial, dikatakan bahwa VCR bukanlah ayah dari anak lain yang memukuli temannya.

Warga juga mengkritik pelaku ayah karena benar-benar membiarkan kekerasan. — Menurut dia, kejadian tersebut ditangani oleh Polres Semarang.

“Ya, ini ditangani polisi,” jelasnya, Rabu (13/5/2020).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *