Surabaya TRIBUNNEWS.COM – Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mempertahankan tiga mucikari untuk membongkar prostitusi online di Surabaya pada akhir Februari 2020.

Tiga germo adalah Lisa Semampow (48) warga Kusmanto Sidoarjo (48) warga (39)) warga Semarang dan Dewi Kumala (44) warga Wiyung di Surabaya-penyelidikan oleh polisi dan pembelian rahasia untuk memastikan kebiasaan ini Setelah ada, modus operandi mereka dibongkar. Memberikan korban melalui grup Facebook dan grup WhatsApp. — Menurut keterangan tersangka, tidak semua orang bisa bergabung dengan grup WhatApp yang dikelola Lisa.

Baca: Update Corona World, Selasa 14 April 2020: Pagi Ini Brazil Tambah 293 Kasus

Baca: Arab Saudi Jadi Hotel Berbintang di Zona Karantina Covid-19

Baca: Desa Panggungharjo, Cara Inovatif Jaga Perekonomian di Covid-19-Bacaan: 20 Poster Cegah Corona, Tata Cara Penetapan PSBB di Atu Cek Sendiri- ” Pengurus grup WhatsApp itu LS yang mencurigakan. Anggota yang masuk keanggotaan setidaknya ada dua transaksi germo, “kata Kanit Jatanras dari AKP Iwan Hari Purwanto Satriskring Polres Surabaya (Selasa (14/4) / 2020).

Dalam operasi tersebut, Lisa dan dua mucikari lainnya, berdasarkan wajah, usia dan tingkat pelayanan, penghasilan perempuan korban adalah 2,5-25 juta rupiah. Dia menambahkan. Harga untuk wanita berkisar antara 10 hingga 25 juta rupiah. Menurut Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Republik Indonesia, Mabes Polri Surabaya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *