Pelaporan dari reporter Tribunnews Larasati Dyah Utami

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan sertifikasi perjanjian kesehatan dan tes kecakapan untuk pemandu wisata yang terlibat dalam kesehatan para pakar layanan lokal.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (Abdullah Azwar Anas) mengatakan bahwa pandemi Coronavirus (Covid-19) telah melakukan operasi di semua sektor termasuk sektor ekonomi (PR) ).

Selain itu, fokus kawasan Banyuwangi adalah pariwisata. – “Hari ini setelah pandemi, kami juga menyebar ke komunitas kami bahwa situasinya telah berubah, seperti pemisahan minyak dalam air,” Anas mengadakan siaran pers online dengan BNPB pada hari Minggu (5 Mei 2020) Kata di pertemuan itu. – Di satu sisi, ia harus menghadapi dilema, ia harus memisahkan yang sehat dan yang sakit, di sisi lain, ia harus memulihkan ekonomi.

Oleh karena itu, sebagai salah satu daerah yang telah menjadi pusat wisata Indonesia, Banyuwangi berusaha mensimulasikan dalam kondisi normal yang baru.

Anas mengatakan hal terpenting yang dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk beradaptasi dengan normal baru tersebut adalah melakukan simulasi di tempat-tempat pelayanan publik, tempat ibadah, dan nantinya di industri pariwisata.

Kesepakatan Covid-19 pasti akan menjadi opsi di bawah instruksi Presiden BNPB Doni Monardo.

Baca: 10 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi Saat Normal Baru, Termasuk Kawah Ijen

Bacaan: 4 Maskapai Buka Kembali Rute Banyuwangi Jakarta, Prioritas Perjanjian Sanitasi

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *