ACEH BARAT TRIBUNNEWS.COM-Hujan deras yang melanda provinsi Siaqi sepanjang Sabtu (8 Januari 2020) menyebabkan banjir. Akibatnya, puluhan rumah di daerah itu tergenang air.

Baca: Politisi PSI menyerukan kepada pemerintah provinsi DKI untuk memberikan prioritas kepada pengelolaan banjir di Jakarta – seperti yang kita semua tahu, hujan lebat akan terus membuat provinsi Siaqi bertahan selama dua hari dua malam.

Kondisi tersebut telah menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk.

Salah satunya adalah Desa Kote Amon di Kabupaten Samatiga, di mana ketinggian air melebihi 50 cm.

“Saat ini, masih ada sekitar 50 rumah di Desa Kote Amon yang terendam banjir. Karena air masih ada, penduduk masih dipindahkan ke tenda dan tempat keluarga mereka. Rumah-rumah banjir,” aktor Keuchik Serambi (Serambi) Cot Amun dari Zakaria mengatakan pada hari Sabtu (8 Januari 2020) bahwa ia menambahkan bahwa sejauh ini, banjir yang melanda desa belum menyebabkan kematian. Akibat genangan air, hanya sebagian rumah yang tidak bisa ditempati.

Cot Amun merupakan salah satu desa rawan banjir yang selama ini sering terjadi. –Tapi banjir ini cukup mengesankan dibandingkan dengan banjir sebelumnya.

Baca: Banjir Bandang di Bolaang Mongondow Selatan Membersihkan 29 Rumah dan 1 Jembatan Rusak Parah – Lamanya evakuasi memperparah banjir yang terjadi dan menyebabkan air terus mengering. Banjir rumah warga.

Dalam kondisi saat ini, air tidak lagi naik, tetapi masih membanjiri kawasan pemukiman.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *