TRIBUNNEWS.COM – Kabar kematian kepala desa (Kades) Jirak, Jalan Pugaan, Tabalong dan Suriansyah (38) yang harus dibunuh tidak diragukan lagi meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarganya dan pesawat lain di kota itu. Dapatkan berhubungan dengan Mahani’s Tabalon (25 Juni 2020), yang menyatakan belasungkawa dan kesedihan mendalam atas kematian korban. kepala Desa.

Meski begitu, almarhum masih dianggap sebagai antusiasme dan dedikasi desa.

Selain itu, orang mati juga diklasifikasikan sebagai orang yang terus belajar dan belajar. Diskusikan secara terbuka isu-isu terkait dengan implementasi pemerintahan pedesaan. – “Kami juga sering mengobrol dengan kami dan mendengarkan pengalaman kami dalam melakukan tugas-tugas di pedesaan, sehingga orang-orang sangat terbuka.” Di jembatan Desa Ampukung RT 01 sekitar pukul 10.00-ketika polisi bersama dan polisi Inafis Satreskrim Tabalong tiba di lokasi dan mengambil langkah pertama, korban ditemukan tewas.

Baca: Kepala desa Jirak Tabalong ditemukan memiliki dua luka tembak dan senjata serta amunisi mati.

Baca: Seorang kepala desa ditembak mati, ditemukan terbaring di jembatan, identitas aktor di dalam tas – Setelah diperiksa, tubuh korban ditemukan memiliki lubang luka kecil di dada kiri, dan lengan di tangan Ada lubang kecil di dalamnya.

Untuk menentukan penyebab cedera dan kematian korban, petugas polisi kemudian mengambil korban Visum Et Retumtum di Pusat Kesehatan Kelua.

Bukti penyitaan meliputi kombinasi senapan warna khusus, Sharp ACC berwarna coklat hitam, peredam rifle hitam, senapan bulat sepuluh 4,5 mm.

Semua orang ditemukan di bawah jembatan korban. Tersangka dibuang sementara di bawah jembatan untuk menghilangkan bukti kriminal. Selain itu, ada bukti bahwa korban adalah kemeja biru, dan kotak kombinasi hijau tua adalah tabel kombinasi warna.

Stok resmi unit sepeda motor dengan merek Kades Jirak Honda red Vario Police DA adalah 6979 UBU, ponsel milik korban dan selendang ungu.

Artikel ini dipublikasikan di banjarmasinpost. Judulnya adalah “Kades Jirak Tabalong terbunuh, dipuji sebagai tokoh aktif dalam membangun desa”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *