Surabaya TRIBUNNEWS.COM-Setelah menangkap pedagang obat terlarang dan produsen metamfetamin di BNNP Jawa Timur, fakta mengejutkan muncul.

Di dunia olahraga, terutama di sepakbola Jawa Timur, jelas ada beberapa nama terkenal.

Dua dari empat tersangka BNNP yang ditangkap oleh Jatim adalah mantan kiper dan gelandang Persegres Lamongan.

Dia adalah Pak Choirun Nasirin, alias Cak Imin (31), warga Pagerjowo, Buduran, Sidoarjo dan Eko. Susan Indarto (40 tahun), warga Pucangro, Lamongan. Baca: 74.000 omset mitra Mitra GoFood naik selama pandemi rencana Harkulnas-Baca: Khabib Nurmagomedov Diet, maukah Anda mencobanya?

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Dari Serius Hingga Menarik, Sesuaikan Kondisi Sosmed

Nasirin Eks Kiper Gresik dan PSMS Medan Persegres, dan ‘Eko Eks Persela Jangkar gelandang Lamongan.

Keduanya ditangkap saat berurusan dengan dua produsen metamfetamin bernama Novin Adrian (36), yang merupakan warga Dusun Gowok, Kabupaten Kendal, Jawa Timur dan Dedik A Manik (42) Residen Noni Blok M, Blok M, Jakarta Utara. Di saat yang sama, Dedik A Manik juga dikenal sebagai mantan wasit Liga Indonesia dan kini menjabat sebagai Ascot PSSI Jakarta Utara.

Mereka melakukan kegiatan produksi di kediaman Graha Taman Pelangi C3 di Semarang. Bambang Priyambadha, kepala BNNP di Jawa Timur, mengatakan: “Di antara para tersangka, memang ada mantan atlet dan wasit, dan bahkan komite pusat PSSI,” kata Bambang, didampingi oleh wakil penyelidik eliminasi BNNP AKBP. , Weisnu Chandra (Senin) (18/5/2020) .

Para pejabat menyita 5313 kg metamfetamin transparan dari para tersangka ini dan mengirimkannya ke Madura.

“Sisa 150 gram dari dua tersangka dari Sidoarjo dan Ramungen dikirim ke Madura.” (Firman Rachmanudin)

Artikel ini ada di surya. Disiarkan di co.id dengan judul eks Pemain Persela, hingga diduga manajemen PSSI terlibat dalam industri domestik Sabu. Asal Semarang

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *