TRIBUNNEWS.COM, Bangladesh-Polisi mengatur SES (24) dan AMT (37) dalam berbagai artikel. SES dan AMT adalah suami-istri, dan mereka dengan sengaja melemparkan empat bayi baru ke Sungai Tulangbawang.

Mereka melempar bocah itu dengan melemparkan Jembatan Cakat ke Sungai Tulangbawang.

Kasatreskrim Tulangbawang polisi Sandy AKP Sandy Galih P mengatakan pasangan itu didakwa dengan Pasal 80 ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2014, Pasal 76C terhadap 2002 Undang-Undang No. 23 tentang perlindungan anak pada tahun 1991 direvisi. Menghadapi 20 tahun penjara dan / atau denda hingga 4 miliar rupee, “jelas Sandy, Senin (27 Juli 2020).

Sebelumnya, SES (24 tahun) dan AMT (37 tahun) sudah menikah Buang jauh-jauh dari Jembatan Cakat di distrik timur Bengal, Turanbahwang, untuk memberhentikan bayi empat hari yang lahir oleh SES.

Insiden dimulai pada Rabu (2020/7/22) sekitar pukul 17.00 WIB, AMT Bawa istrinya SES ke salah satu rumah sakit di Tulangbawang untuk melahirkan.

SES mengetahui bahwa saya dalam keadaan hamil dan tiba di Tulangbawang setelah bekerja di TKW, Malaysia pada hari Minggu, 19 Juli 2020.

Usai melahirkan, Jumat (24/7/2020), WIB sekitar pukul 20.00, pasangan tersebut meninggalkan rumah sakit dan segera membawa bocah kecil tersebut ke penggembala.

“Suami AMT SES menyeberangi Jembatan Kakat dan membuang bayi dari jembatan Saya pergi ke Sungai Tulumbawang dan langsung membuang bayinya keluar, “kata Casatres Krim Tulumbawang Polres Polsek AKP Sandy Gary Putra, Senin (27/7/2020). – –Baca: Polisi Bilang Bayi yang Ditemukan Kakek di Kantong Plastik Tolak Dicekik Ibunya – Wanita Hamil yang Malu Diperkosa Majikan

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *