TRIBUNNEWS.COM-Komisaris Ibrahim Tompo, Public Relations Officer dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, menyoroti insiden di mana tubuh paksa dibawa ke rumah sakit di Makassar.

Ibrahim menyebutkan polisi sejak pemeriksaan saksi dilakukan pada Jumat (6/5/2020).

“Dikatakan bahwa dia juga memperdalam peristiwa itu”, katanya diduga di saluran YouTube KompasTV, Selasa (09) 6 Juni 2020). Kadang-kadang Ibrahim menjelaskan bahwa kampnya tidak menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan perilaku sembrono warga dalam mengambil mayat korona dari rumah sakit.

Warga yang terorganisir dan spontan.

“Memang, sejauh ini, kami belum melihat urutan sistem, tetapi dalam hal ini, kami akan memeriksa secara detail satu per satu.”

“Dia menambahkan:” Saat ini, kami masih Dianggap sebagai diterbitkan sendiri, kami akan terus melakukan penyelidikan sesuai dengan hukum. “Ibrahim melanjutkan pernyataannya. Polisi juga mewawancarai lima saksi. Masih ada satu saksi. Jumlah saksi lain dalam agenda.

Dia mengatakan bahwa saksi-saksi ini berasal dari orang-orang dan Rumah sakit itu sendiri. Ibrahim berkata: “Dalam hal keselamatan dan kesehatan pekerja. ”

Baca: mayat Korona PDP di Makassar dipaksa oleh anggota keluarga, dan polisi kewalahan oleh kekerasan massal

Baca: Warga melarikan diri di tempat-tempat dingin. Penyeka kapas Covid-19 ditahan oleh polisi di Rumah Sakit Baji di Makasira |

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *