Laporan Reporter Tribun Jabar Ferri Amiril Mukminin-CIANJUR TRIBUNNEWS.COM-Lima mahasiswa divonis mati bakar saat bertugas saat aksi unjuk rasa di Cianjur dan dijatuhi hukuman berat. Sesuai tugasnya masing-masing di Pengadilan Negeri Cianjur, hukuman maksimal 12 tahun penjara, terhitung mulai pukul 13.30 pada Kamis (28/5/2020). WIB hingga 15.00 WIB .

Tim hakim memvonis lima terdakwa dan menghukum mereka 9 hingga 12 tahun penjara dalam kasus tembak mati Apda Erwin Yudha Wildani, anggota polisi Bhabinkamtibmas Cianjur, atau pembakaran polisi di Cianjur.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Kondisi Cuaca Ekstrem Jumat 29 Mei 2020: 18 Provinsi Berpotensi Petir

Baca: Yunarto Wijaya Ungkap Kedepannya Peluang empat angka dalam pemilihan presiden 2024: biasanya terlihat tidak terduga-Baca: TVRI siaran langsung pembelajaran dari keluarga sekolah dasar 1-3 kelas Jumat, 29 Mei: WIB 8:30 teman-teman yang berani

Membaca: Valentino Rossi mengatakan bahwa Fabio Quartara Ro terlihat hebat di musim balap 2019 — Menyembuhkan kasus polisi yang terbakar di Cianjur dan membaca putusan kasus pidana Agenda yang sama, Pasal 170, ayat 3 dan ayat 214 KUHP di Ruang Chandra Pengadilan Negeri Jalan Cianjur Jalan Muwardi.

Putusan Cianjur dipimpin oleh Ketua Pengadilan Glorius Anggun Diri,

KPU Slamet Santoso, Juri Anggota Pati Arimbi dan Diki Wahyudi bersama Panitera Anwar Sadad.

Paur Subag Humas dari Polres Cianjur mengatakan bahwa tes dilakukan secara mental menggunakan alat video conference di tiga lokasi yaitu di Kantor Pengadilan Negeri Cianjur (panitia hakim yang terdiri dari kuasa hukum terdakwa, Cianjur) Kejaksaan Negeri (JPU), Lembaga Pemasyarakatan (Tergugat) Klas II Cianjur-Ade mengatakan: “Sidang gagal menghadirkan terdakwa ke tim persidangan dan mewakili kuasa hukum terdakwa, termasuk Sahrian Us Zainu Ding, Hassan dan O Junardi dari South Australia. ”Sebelumnya, Jaksa Agung mendakwa terdakwa dengan hukuman 13 sampai 15 tahun penjara.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *