TRIBUNNEWS.COM, Pulau Mumbai-Seorang pria dari Desa Benteng Guarame, Pulau Merao, Pulau Merlau, Kepulauan Meranti, Pulau Riau, dilaporkan ke Kepolisian Distrik Tebingtinggi Barat karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Korban menolak undangan untuk melakukan perilaku cabul sesama jenis.

Namun, lelaki itu bahkan mengancam akan menyebarkan catatan hutang korban di media sosial (media sosial) facebook. -Orang tua korban merasakan perilaku tidak senonoh dari S alias P (31) – -Karena mereka tidak setuju dengan inisial korban, SA orang tua (52 tahun) segera melaporkan insiden tersebut ke kantor polisi Tebingtinggi Barat, yang melibatkan anak di bawah umur Kasus pelecehan seksual manusia .

Laporan telah diproses oleh LP / 05 / V / 2020 / Riao / Res Kep. Meranti / TT Barat Sek, 27 Mei 2020.

Insiden itu ditemukan pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 11.00 waktu Indonesia Barat, ketika reporter SA (orang tua korban) berada di rumah. – Laporan SS akronim korban menunjukkan bahwa akronim S alias P yang dilaporkan mengirim pesan singkat kepada korban memintanya untuk bersatu kembali untuk melakukan perilaku cabul.

Tapi undangan itu ditolak oleh korban. Persyaratan dan biaya pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020 akan dibuka pada tanggal 2 Juni. Berikut ini adalah proses dan langkah-langkahnya, kemudian para pelaku memaksa korban untuk mengancam korban, memberi tahu SA tentang utang korban sebesar 435.000 rupiah dalam laporan dan mendistribusikan korban kepada korban. Sejarah hutang di media sosial Facebook.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *