Laporan oleh Jabar Tribune reporter Ery Chandra-TRIBUNNEWS.COM, Bandung-Karena rilis terbaru dari Program Asimilasi Covid-19, HB Assayid Bahar bin Smith (36) juga dikenal sebagai Habib Bahar bin Smith , Tajul Alawiyinin dijemput kembali oleh para pejabat dari Islamic Boarding Board, dini hari Selasa (19 Mei 2020). -Tim dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan polisi setempat Jawa Barat menangkapnya lagi.

Sebelumnya, rencana pelepasan karena asimilasi dilaksanakan sebelum Sabtu (16/5/2020).

Pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan dia dijemput pukul 2 pagi ini pada hari Selasa pagi. Gelisah dan susah tidur, ia tidak punya liburan-Baca: Fakta-fakta tentang kematian Rumah Sakit Royal Surabaya: Ari Puspita Sari (Ari Puspita Sari) melayani pasien, bukan kebidanan-Baca: Pemerintah Provinsi DKI boleh Tingkatkan Rp5 miliar yang disediakan oleh departemen BUMD dari dana manajemen resmi- “Dengan perusahaan sejumlah besar penasihat hukum, Bpk. Brother dan Bpk. Park Hyung dibawa ke Bogor (Gungung Sindur Maximum Lapas), Bogor,” Ah Aziz mengatakan kepada Tribune bahwa ia mengkonfirmasi di ponselnya di Bandung pada 19 Mei 2020. Menurutnya, pengacara menduga ini karena isi pidato Baha pada Sabtu malam. Dia mengatakan: “Kami masih menunggu tanggapan resmi dan berita resmi dari Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.” Dia mengatakan bahwa tim hukum masih menunggu langkah-langkah yang akan diambil untuk klien. -Mereka pikir penangkapan itu terkait dengan isi pertemuan.

“Kami menduga bahwa ini terjadi karena pertemuan tadi malam, berpikir itu mungkin menyinggung pihak berwenang,” katanya. Barat, Kamis (28/2/2019), lalu … dia didakwa dengan artikel sebagai imbalan atas penentangannya, perampasan kebebasan, penyiksaan dan kekerasan terhadap anak-anak. (Ery Chandra) – Artikel ini disiarkan di tribunjabar.id dengan judul Habib Bahar bin Smith ditangkap, kali ini dalam pidatonya di sebuah pesantren

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *