TRIBUNNEWS.COM, Tajikistan-Seorang lelaki paruh baya UJ (55 tahun) yang mengaku sebagai lelaki pintar dibawa ke tempat yang aman oleh polisi karena ia diduga menyerang ibu, anak-anak, dan pasiennya. Para korban adalah B (38) dan putra kandungnya M (14), seorang siswa sekolah menengah.

Rumah mereka tidak jauh dari rumah tersangka di distrik Cihideung. Operasi bejat dilakukan di tempat tersangka yang disewa – AKBP Anom Karibianto, kepala Departemen Kepolisian Tasik Malaya, melewati Kasatreskrim pada Selasa (24/3), dan AKP Yusuf Ruhiman mengungkapkan kegagalan di Mapalista. Pengungkapan kasus etika dilaporkan.

Baca: Virus Corona telah secara drastis mengurangi penumpang MRT hanya 5.000 di akhir pekan

Baca: Mendistribusikan bantuan dengan cepat dengan Covid-19 Bank BJB melalui Jawa Barat

Baca: Tidak hanya marah Penduduk, memotret Ria Ricis selama wabah korona, perancang terkenal Angers- “Awalnya, kami menerima berita dari warga. Kemudian, dua korban secara resmi mengeluh bahwa mereka adalah UJ setiap kali mereka diminta untuk kembali. Korban tak bermoral, “kata Yusuf. — Pada Senin (23/3) malam, UJ berhasil diangkut keluar rumah.

Dia diperiksa oleh Badan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Satskrim hingga subuh.

“UJ akhirnya ditunjuk sebagai tersangka setelah mengakui segala sesuatu tentang dia. Yusuf mengatakan:” Metode ini adalah bahwa tersangka telah melakukan perilaku tidak bermoral sebagai salah satu syarat untuk perawatan. “Kedua korban hanya bisa mematuhi dan tindakan itu telah terjadi beberapa kali, dan penyelidikan masih berlangsung, kata Kasatreskrim.

Saat ini, ia dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Anak dan memiliki hukuman maksimum Penjara selama 15 tahun. (Tribunjabar.id/firman suryaman) – Artikel ini muncul di tribunjabar.id dengan judul: BREAKING NEWS: Orang pintar memproses dukun cabul di ibu dan anak Gagahi, ibu dan anak Tasik, kondisi pemrosesan

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *