Laporan oleh reporter Tribun Jawa Barat Firman Suryaman

Tassimari TRIBUNNEWS.COM-penyelundup Uranium Ws (42) yang menyerang polisi di daerah Bangka Belitung akhirnya ditangkap .— Penyelundup yang menggunakan bahan nuklir ditangkap . Polisi Kabupaten Tasikmalaya di Sukaraja.

Polisi di kota Tasikmalaya mencegat tersangka penyelundupan bahan nuklir di rumah istrinya di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.

Awalnya tersangka Ws (42), buron dari Bangka, kepolisian daerah Belitung (Babel), karena ia mencoba menyelundupkan tujuh truk uranium ke dalam wilayah Babel.

Membaca: Najwa Shihab merilis pernyataan pemeriksa medis mengenai coronavirus dalam tubuh yang tidak menular

Baca: Anies Baswedan mengakui bahwa gelombang misterius di Jakarta diperlukan untuk dibawa ke peti

Baca: Pembaruan harga ponsel Samsung April 2020: Galaxy S10, Galaxy M31, Galaxy A71, hingga Galaxy Z flip- “Kami diminta untuk membantu polisi Babel menangkap pakaian tanpa busana di Sukaraja. Setelah beberapa hari pengawasan, WS akhirnya Ditangkap, “Kasatreskrim Kepolisian Kota Tasikmalaya AKP Yusuf Ruhiman mengatakan kepada Mapolres, Selasa (4/7/2020). Menurut informasi yang diperoleh dari Sekretariat Departemen Kepolisian Perbatasan, Ws adalah salah satu dalang di balik penyelundupan bahan nuklir yang terjadi dalam yurisdiksi Kepolisian Daerah Babel.

“Kami tidak tahu jenis bahan nuklir apa yang digunakan,” kata Yusov. “Tersangka itu sendiri menikah dari Majalengka. Namun, setelah menikahi seorang gadis dari Sukaraja, tersangka kembali ke Sukaraja. Kami membawa tersangka kembali ke Sukaraja. Saya menyerahkannya ke Babel dan menyerahkannya ke Kepolisian Daerah Babel. Karena itu, kami hanya memberikan bantuan untuk penangkapan. Kepolisian Daerah Babel mengajukan gugatan. (Firman Suryaman)

Artikel ini diterbitkan di tribunjabar.id dengan judul Itu adalah “Penyelundupan tujuh truk yang dipasang pada truk yang berisi bahan baku bom nuklir dan menyergap buronan polisi di daerah Bangka Belitung”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *