TRIBUNNEWS.COM, Bangladesh-Dianiaya di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Junaidi alias Edi alias Pucun (29) menggunakan parang untuk menganiaya Ibnu di kapal tempat dia memancing. — Akibatnya, kaki korban Ibnu terluka.

Ketika korban tebu sedang memancing dari pancing, pelaku melukai kaki korban karena dia marah dengan korban. Dia berharap korban meminta maaf kepada dirinya sendiri untuk ini. Minta maaf sampai dia sedih, memotong pedang, melukai pergelangan kaki kirinya dan menghancurkan tendon korban.

“Pancingnya menyentuh mataku, jadi dia tidak meminta maaf, tetapi tersenyum. Aku sangat marah dan melakukannya padanya (catatan korban-editor)”, Junaidi pada hari Selasa Diumumkan pada malam hari (5 Mei 2020) bahwa itu diserahkan kepada Sat Polair Kabupaten Pangkalpinang.

Setelah kejadian itu, dia tidak menerima, jadi dia menganiaya korban.

Pelaku merasa terluka di matanya — Membaca: Polisi memperbaiki mobil Youtuber Ferdian Paleka ke kotak hadiah berisi sampah.

Karena emosi ini, penjahat segera memotong kaki korban. –Dia Katanya dia ingin membuat tindakannya menjadi korban pencegahan.

Membaca: Detik kematian Didi Kempot: Diminta dipicu oleh seorang wanita, lalu dilarikan ke rumah sakit. Selama operasi, nelayan yang sama segera mengikat parang yang digunakan dan mererainya. “Mataku kabur. Aku melakukan ini. Banyak orang mematahkannya. Parang mereka dilemparkan ke laut di bawah perlindungan teman-teman mereka,” katanya. Sangat disayangkan karena nelayan lain terluka oleh hal-hal sepele.

“Maaf,” kata Eddie.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *