TRIBUNNEWS.COM — Pasien dengan status pemantauan (ODP) meninggal karena Dr. Haulussy Ambon dari Maluku di RSUD.

Pasien yang awalnya memiliki daerah aliran sungai kemudian diuji positif koronavirus (Covid-19). Pasien diberitahu tentang hasilnya lima hari setelah dikuburkan.

Oleh karena itu, selama perawatan di rumah sakit, pemakaman pasien tidak dilakukan menggunakan prosedur Covid-19.

Maykal Pontoh, juru bicara Covid Operations Working Group ke-19 yang beroperasi di Maluku, mengakui bahwa dia telah menerima operasi Covid-19. Tertipu oleh kejadian ini.

Baca: Catatan medis pasien korona-positif di Ambon tidak dikubur sesuai prosedur, dan tim medis lulus tes cepat

Baca: Pemerintah Kota Ambon mendistribusikan paket makanan melalui Ojek Ojek – Baca: COVID-19 Karena dampak epidemi, pendapatan pedagang sayur di pasar Maladewa di Ambon telah turun 60%

berikut ini adalah ringkasan Tribunnews.com dari berbagai saluran:

22 tes cepat oleh tenaga medis reaktif

Maykal mengatakan bahwa 100 staf medis Sy Ambon di Rumah Sakit Kabupaten Horos melakukan tes cepat.

Diperkirakan sebanyak 100 tenaga medis melakukan kontak fisik dengan pasien dengan status ODP.

Melakukan tes cepat untuk memutus rantai penyebaran coronavirus.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *