TRIBUNNEWS.COM – Pengantin Zaenal Abidin dan Atika harus siap untuk mengatur jamuan pernikahan sederhana selama virus korona baru atau pandemi Covid-19.

Pengantin wanita di desa Darek di Lombok Tengah wajib membatalkan parade konspirasi tradisional karena dia mematuhi panggilan pemerintah untuk tidak bersatu untuk mencegah penyebaran virus korona.

Tradisi Nyongkolan adalah bagian dari budaya penduduk Lombok .

Dalam parade nyongkolan, pengantin wanita dan keluarga besarnya mengunjungi rumah pengantin wanita ditemani oleh drum atau orkestra gerobak.

Biasanya, tradisi nyongkolan diikuti oleh ratusan orang yang mengenakan pakaian tradisional.

Meskipun persiapan telah dilakukan sejak lama, Zaenal dan Atika membatalkan parade.

Membaca: Pembaruan berdasarkan wilayah pada 1 April 2020 Corona: Ada 32 provinsi, dengan 1677 kasus positif, dan meninggal pada 157-Reading: Sorot mayat mahkota yang ditinggalkan terlantar, MUI: Jangan katakan itu Mereka membencinya-Zaenal mengakui bahwa Alquran saya senang mengatur pernikahan tanpa berkolusi dengan tradisi.

Zanar mengatakan ketika dihubungi pada hari Senin (29 Maret 2020): “Sebenarnya, itu tidak begitu bahagia. Anda tidak bisa bersembunyi. Ini tidak seperti orang biasanya menerima resepsi, jadi penerimaannya tenang.”

Zaenal menyewa sebuah band dalam tradisi kolusi untuk menemani dirinya dan keluarganya.

“Saya memberi Rp 600.000 petunjuk, tetapi gagal,” kata Zaenal.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *