Reporter Medan Tribune Muhammad Anil Rasyid-Medan TRIBUNNEWS.COM – Pengumpulan pasien paksa di bawah pengawasan Covid-19 (PDP) telah muncul kembali di Kota Medan. Hakim di Medan, Kamis pagi (7 Februari 2020).

Lusinan anggota keluarga mengambil mayat itu dan menolak pemakaman Covid-19.

Untuk memberikan keamanan.

Untuk menghindari anarkisme warga, polisi akhirnya membiarkan keluarga korban mengambil mayatnya. Mayat — Keluarga menolak pasien bernama Covid-19.

Kemudian mereka membawa mayat itu ke jalan dan menghentikan angkutan umum yang melewati tengah jalan.

Baca: Transaksi karbon Perpres akan selesai pada Agustus 2020

Keluarga meletakkan mayat di mobil dan membawanya ke rumah di Mandala, Medan.

Dr. Riski, perwakilan Rumah Sakit Madani, mengatakan bahwa pasien dirawat pada 30 Juni 2020.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *