TRIBUNNEWS.COM-Seorang pembunuh di depan Musala mengaku telah menggunakan metamfetamin sebelum operasi. – Pelaku juga mengaku frustrasi karena korban sering mengancam keluarganya. -Bahkan orang tua dari tersangka disandera oleh korban. -Danny frustrasi dengan korban Muslim mencapai puncaknya karena mereka mengakui bahwa keluarga mereka masih terancam oleh korban.

Menurut tersangka Denis, bukan saja dia diancam, tetapi balas dendam orang tuanya disandera dan dikutuk.

Selain itu, orang tua korban menyegel rumahnya dengan balok dan tali.

– Karena rumah orang tua disegel oleh korban, orang tuanya harus pindah ke rumahnya. Topik hangat: Musala takut pembunuh laki-laki di depannya. Korban pelacuran remaja sedang hamil-Membaca: Menonton Facebook ketika pembunuh di depan Musala mengaku takut dikaburkan: Foto dan kasus menyebar- “Saya bergerak “Metamfetamin digunakan sebelumnya. Dulu itu adalah pertemuan pertama dan dipindahkan ke rumah korban,” kata Deni ketika ia dikirim ke kepolisian daerah Sumatra Selatan pada Sabtu (25 Juli 2020).

Menurut pengakuan Deni, dia memang memiliki kebencian terhadap korban karena masalah utang obat biusnya bernilai 100 juta rupiah (Rp)

— utang itu milik saudara tirinya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *