TEMIBUNG TRIBUNNEWS.COM-Bupati Temanggung, Jawa Tengah. Video Pak Al Khadziq telah populer di media sosial dan baru-baru ini menjadi fokus warga.

Dalam video, Khadziq terlihat duduk dan bermain gitar. Sebuah mini bar muncul di sebelahnya, menawarkan Anda berbagai kopi dengan barista.

Membaca: Idul Fitri di program rumah dari niat untuk aturan khotbah

Membaca: 7 malam memasak di Malang dapat dipesan secara online oleh PSBB Malang Raya Ojek online

sekilas

Melihat Khadziq di sebuah kafe.

Ini menimbulkan reaksi dari warga. Ketika pemerintah mempromosikan gerakan #dirumahaja selama pandemi Covid-19, sebagian besar warga negara mengkritik perilaku Khadziq yang tidak patut.

Ketika dikonfirmasi, Khadziq membantah bahwa dia nongkrong di kedai kopi.

Dia menjelaskan bahwa foto dan video berada di kamar Pengayoman, yang sekarang digunakan sebagai kelompok kerja Covid-19 Kabupaten Temanggung.

Di sudut pos, ada kopi Arabika asli Temanggung dan Robusta di rak untuk meringankan keinginan anggota tim yang baru saja kembali dari kantor. Dengan foto dan video viral, ia dan beberapa anggota kelompok kerja berharap untuk memulai pertemuan guna menyiapkan rencana untuk membuat topeng bekerja di semua pasar Kabupaten Temanggung sebelum Idul Fitri.

“Pada waktu itu, masih ada dua orang yang tidak hadir, jadi sambil menunggu kedatangan mereka, ia meminta gitar untuk bersantai suasana. Hanya setengah dari lagu ternyata dua orang yang hadir, maka bupati berhenti bernyanyi dan segera Buka rapat. ‚ÄĚHazick mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa itu diterima pada Selasa (12 Mei 2020). — Kehadiran pot kopi di stasiun tidak akan menjadi membosankan sampai anggota kelompok kerja berurusan dengan akselerasi Covid-19.

“Ini adalah tempat untuk mengurus seluruh komunitas Temanggung melawan virus korona. Kami mengundang hadirin untuk secara langsung menonton posting anggota tim yang bekerja siang dan malam.

Artikel ini dipublikasikan di Kompas.com dengan judul “Selama pandemi korona, faktanya adalah video viral dari Bupati Temanggung” Kongkow.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *