Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Merak tenggelam saat berenang di air berbatu, bocah lelaki berinisial A (9) ditemukan tewas.

Sebelumnya, dia berenang dengan 14 teman lainnya di tempat yang sama. — Peristiwa itu terjadi kemarin ketika sekelompok anak-anak berenang dengan dingin (6 Juni 2020) WIB .— Ketika berenang, A tiba-tiba terpisah dari rombongannya dan menghilang. Direktur mengatakan pada konferensi pers polisi pada hari Selasa bahwa Dir Dirair Polairud Banten, Heri Sulistya Budi Santosa. (06/09/2020). Pada malam hari atau jam 10 malam, keluarga WIB berusaha menemukan orang tersebut dengan menggambar tempat di mana insiden itu terjadi.

Membaca: Detasemen 88 menangkap seorang tersangka teroris di Cirebon

Pada waktu itu, mereka menemukan pakaian dan sandal korban

Kemudian, keluarga dan penduduk setempat mencoba lagi untuk mencari kejahatan Datanglah ke tempat kejadian untuk menemukan korban yang dilarang.

Namun, tidak ada tanda-tanda anak laki-laki ditemukan. Dia mengatakan: “Keluarga dan masyarakat sekitarnya mencoba melakukan pencarian melalui tempat kejadian, tetapi gagal menemukan insiden itu, dan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada polisi pada hari Senin pukul 9:00 pagi.” Heri mengatakan dia Dari partai-partai politik juga telah mengerahkan staf dari tim SAR Ditpolairud, dengan bantuan Kodim 0623 di PMI Sélegon. Tempat kejadian perkara.

Pada sore hari, tim berhasil menemukan bocah itu, tetapi dia sudah hidup.

“Karena upaya kami, kami akhirnya membantu pihak terkait untuk berhasil menemukan korban. WIB jauh dari tempat kejadian sekitar 13 jam 31. Korban telah meninggal,” jelasnya.

Kemudian tubuh anak itu dikirim kembali ke pemakaman keluarga.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *