Medan TRIBUNNEWS.COM-Sebuah keluarga di Sumatra utara (Sumatra utara) disambar petir. Desa Sabalangit Sitio II, Minggu (4 April 2020) pukul 14.00 WIB .— Dalam acara tersebut, pada hari hujan, korban dan suami serta anak-anaknya hanya mengambil alpukat dari kebun dan di bawahnya Pengungsi.

“Kami menerimanya, petir tiba-tiba mengenai tubuh korban. Korban meninggal,” kata Sub Humas Paur Humbahas Bripka Syawal dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Baca: BMKG: Peringatan dini kondisi cuaca ekstrem 13 April 2020, beberapa daerah berpotensi hujan lebat dan guntur dan kilat

Shoval mengatakan bahwa sebelum kejadian, korban dan suaminya MTS (40) dan putranya RS (15) meninggalkan rumah mereka di Dusun Lumban Situmorang, Desa Lintong Sitolu Bahal. Di jalan Nihuta di Hongba, berjalanlah ke arah desa Sabalangit di Sitio II untuk menjemput pengacara.

Setelah alpukat diambil, hujan tiba-tiba turun, korban dan keluarganya menghentikan kegiatan mereka, dan menghindari menunggu di bawah pohon. Hujan berhenti.

Lalu, tiba-tiba, kilat tiba-tiba jatuh dan menangkap guntur korban.

Korban meninggal segera, sementara suami dan anak-anak masih hidup.

“Suami dan anak korban terlempar beberapa meter jauhnya, tetapi selamat. Korban meninggal di tempat kejadian dan dibakar.” Shoval. Berita itu diposting di Kompas.com, berjudul “Sebuah keluarga tersambar petir, istri terbunuh, suami dan anak-anak ditinggalkan”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *