Kota Tanarang TRIBUNNEWS.COM-Sugeng Hariyanto, Komisaris Utama Departemen Kepolisian Metro Jakarta, mengatakan bahwa hukuman untuk pelanggaran skala besar terhadap pembatasan sosial (PSBB) akan didasarkan pada Undang-Undang Karantina Kabupaten.

Namun, Sugeng melanjutkan dengan mengatakan bahwa polisi akan mengambil tindakan atas pelanggaran awal atau pelanggaran kecil, dan mengajukan banding dan hukuman administratif.

“Dalam sanksi terhadap pelanggaran warga negara, sanksi akan dikenakan dalam bentuk banding dan sanksi administratif,” kata Sugenger dalam pernyataan tertulis, Jumat (17/4/2020). -Baca: Pembaruan Covid-19 ke DKI Jakarta 17 April: Sebanyak 2.815 kasus positif, sebagian besar jalan Kebon Kosong-Baca: Jika jalur suburban KRL masih berlaku, PSBB akan terbuang-Baca: Pemerintah California mendesak bahwa ketika pandemi COVID-19 terjadi, calon pekerja makanan mengambil cuti dan membayar gaji-jika warga yang menerima peringatan administratif masih melanggar peraturan, mereka akan menerapkan sanksi hukum karantina regional.

“Jika peringatan itu masih tidak cukup, hukuman akan dikembalikan ke Undang-Undang Karantina Regional.” – Mengenai Hukum Karantina Regional yang mengatur hukuman sanitasi dan karantina dari UU No. 6 tahun 2018, artikel itu menjelaskan:

Artikel (1 ) Harus mematuhi sanitasi dan karantina.-Dalam ayat (2), setiap orang memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam sanitasi dan karantina.

Meskipun masih hukum yang sama dalam Pasal 93, penafsiran denda adalah sebagai berikut: — Siapa pun tidak menghormati pelaksanaan tindakan sanitasi dan karantina yang dijelaskan dalam Pasal 9 (1) dan / atau Jika cara di mana keadaan darurat kesehatan masyarakat disebabkan menghambat operasi karantina kesehatan, ia harus dihukum penjara tidak lebih dari sepuluh tahun. 1 (satu) tahun dan / atau denda hingga Rp 100.000.000 (satu miliar rupee).

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul “Pidana PSBB di Kota Tangerang-Denda Rp 100 juta atau penjara selama satu tahun”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *