TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK BARAT – Menurut hasil kasus (25 tahun) yang dipimpin oleh Satreskrim, Resor Polisi Lombok Barat, Nusa Tenggara, Mississauga Barat, pengantin wanita yang akhirnya dikonfirmasikan sebagai laki-laki dianggap mencurigakan. Penjahat, karena pengantin pria Muh mengancam akan bunuh diri jika dia tidak menikah dengannya. Dafide mengatakan dalam konfirmasi pada hari Rabu: “” Pelaku ingin menikah karena korban mengancam akan bunuh diri jika pelaku tidak ingin menikahi dirinya sendiri. “/ 6/2020).

Sebelum laporan, Muh dan Mit adalah pasangan menikah, menikah pada 2 Juni 2020.

Baca: Pengantin NTB berpura-pura menjadi pria dan menghadapi hukuman penjara. 4 tahun ancaman untuk memimpin pembelaan ini – kedua belah pihak menikah secara resmi dan saksi dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.-Muh menghabiskan biaya pernikahan dengan Mit dalam kontrak pernikahan hingga 20 juta rupee.

Baca: Pengantin wanita NTB menjadi pria, tidak percaya Ketika dia meminta keintiman, dia terus menolak – sampai malam pertama, Mit enggan menjalin hubungan tanpa alasan yang jelas.

Kemudian sang suami meragukan identitas Mit, yang semula laki-laki. — Ketika kejadian itu terjadi – Malam pertama pengantin baru berada di Tengala, Desa Gelogor, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *