TRIBUNNEWS.COM-Penggunaan tindakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Kota Bogor telah diperpanjang secara resmi selama 14 hari. Keputusan ini diatur oleh Keputusan Walikota Bogor (No. 900.45-336 pada tahun 2020) dan melibatkan perluasan PSBB di Bogor.

— Permintaan untuk memperpanjang PSBB akan dilakukan dari 29 April 2020 hingga 12 Mei 2020.

Sebelum, pemerintah Kota Bogor menerima persetujuan kota. Memperluas PSBB ke Bogor, Depo, Bekasi (Podebeck), Gubernur Ridwan Camille, Jawa Barat. PDP) Covid-19 .

Wakil Walikota Bodie Dedie Rachim juga mengatakan bahwa ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan perluasan PSBB. -Didi mengatakan, Senin (27/4): “Satu hal yang perlu dievaluasi adalah bahwa lisensi yang terkait dengan perusahaan yang beroperasi di luar industri tumpang tindih, dan lisensi ini tidak termasuk dalam PSBB.” Karena beberapa perusahaan memerlukan lisensi Dengan otorisasi dari Departemen Perindustrian, pemerintah daerah hampir tidak memiliki hak untuk meminta perusahaan untuk menutup operasinya.

“Beberapa departemen tidak termasuk dan ada yang tidak. Sekarang, untuk departemen yang tidak dikecualikan, kami berharap Kementerian Kesehatan juga akan berkoordinasi dengan departemen lain untuk menghindari tumpang tindih lisensi,” katanya.

Selain itu, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terkait PSBB, ketidakseimbangan pasar, dan jam buka pasar mini akan dievaluasi, sehingga tidak perlu khawatir bahwa konsumen akan memasuki pasar atau ketika orang lain tutup, itu akan selalu aktif.

Selain kota Bogor, periode diperpanjang dari rencana pembatasan sosial skala besar (PSBB) juga berlaku untuk Kabupaten Bogor, Depo dan kota-kota Bekasi dan Kabupaten. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *