TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO-Penyidik ​​Satreskrim Mojokerto menembak ulang pembunuhan terhadap korban Ardyo Wiliam Oktavianto (13 tahun), seorang siswa kelas empat Sekolah Dasar Keemmas Dungus, yang jenazahnya terletak di Jembatan Gumul Jati di Kabupaten Kemloki. Kawasan hutan. .

Dua tersangka TS (19) dan IS (17), saudara dan saudari dari Dusun Sangan di desa Ketamas Dungus di wilayah Puri Mojokerto, melakukan 41 pengulangan adegan pembunuhan. Kasat Reskrim Mojokerto, polisi AKP Ade Warokka, menjelaskan di tempat kejadian No. 19. Gunakan lutut terus menerus untuk menggerakkan bagian dada korban ke adegan 20. Dia mengatakan: “Pada adegan 21, tersangka TS mencekik leher korban dan memukul kepalanya terhadap abutment, membenarkan bahwa korban sudah mati.” Dia mengumumkan di tempat kejadian pada hari Senin (3 Februari 2020).

Sejarah tersangka tersangka yang telah dilecehkan dan dibunuh karena pembalasan yang mencurigakan tidak menerima bahwa adiknya SS (13) ditabrak oleh korban.

Baca: Tim bulu tangkis Indonesia akan melanjutkan 2020 All England kompetisi.

Baca: Menkes Terawan mendesak pemerintah untuk tidak menutupi masalah korona – Baca: Menteri Terawan mengatakan bahwa warga Jepang adalah warga negara Indonesia yang terinfeksi virus Depo ke-2, siapa dia? ?

Dia mengatakan bahwa tersangka telah menginjak tubuh dan kepala korban. Tersangka memainkan peran pasif sekitar 5 meter dari lokasi pembunuhan. Dia menyaksikan penganiayaan dan kekerasan yang menyebabkan kematian korban.

“Karena TS yang mencurigakan diidentifikasi, dia turun tangan untuk memastikan bahwa korban telah meninggal,” kata Ade. Voroka. Robek dan ambil bambu panjang 22 cm dan tempelkan di pinggangnya. Dia mendorong bambu ke rektum korban di adegan 29.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *