TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG-Di 21 provinsi / kota Jawa Tengah tempat pemilihan lokal akan diadakan, masing-masing kandidat dari 5 daerah akan menyerahkan dokumen pendukung.

Di Kota Solomon, ada dua individu potensial yang menyerahkan dokumen pemilihan, Kabupaten Demak adalah individu yang potensial, Kabupaten Kendal, ada individu potensial di Kabupaten Semarang, lalu Purworejo, dan yang lainnya adalah individu.

Di lima wilayah / kota, hanya ada satu entitas Kota Solo potensial yang memenuhi persyaratan dukungan. Di daerah lain, mereka dinyatakan ditolak karena tidak memenuhi syarat.

“Bawaslu kabupaten / kota di Jawa Tengah menerima permintaan untuk menyelesaikan sengketa. Sengketa ini diajukan oleh dua kandidat untuk bupati / wakil bupati Kabupaten Pvorijo. Mereka Mereka semua adalah orang-orang senior, ”kata Heru Cahyono, koordinator Departemen Penyelesaian Sengketa Pusat Bawaslu Jawa, Kamis (5 Mei 2020). Rekam dan nyatakan bahwa file tersebut memenuhi persyaratan untuk mempertahankan prosedur penyelesaian sengketa. Dia menjelaskan: “Kabupaten Bawaslu memiliki 12 hari untuk menyelesaikan perselisihan yang diajukan oleh individu potensial.” Menurutnya, proses penyelesaian perselisihan akan dilakukan di kantor Bawaslu Purworejo. , Bawaslu juga mengawasi selama tahap pengiriman data dukungan untuk calon pemimpin daerah berpasangan pada rute dukungan. tak seorangpun.

Sebelumnya, pasangan ini mengajukan persyaratan dukungan minimum kepada Komite Pemilihan Umum (KPU) Purworejo. Kemudian, KPU juga meninjau dan mempelajari dokumen kondisi pendukung.

Namun, permintaan kandidat untuk dukungan tidak memenuhi persyaratan, sehingga statusnya ditolak.

Pada saat yang sama, KPU Jawa Tengah menunjukkan bahwa jika situasi seperti itu ada, KPU regional / kota siap untuk menerima gugatan. Pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil tinjauan kasus dukungan minimal pemimpin tunggal.

“Jika beberapa dari mereka tidak puas, silakan mengambil tindakan hukum oleh orang-orang potensial. Kami juga siap untuk menerima gugatan.” Muslim Aisha, kepala Departemen Perencanaan dan Data Pusat Jawa, mengatakan baru-baru ini.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *