TRIBUNNEWS.COM-melihat lima sukarelawan dari tim SAR memberikan penghormatan kepada Yasinta Bunga.

“Hormat, terima kasih!”

Lalu, Minggu (23/2/2020), jasad kelas 7 SMPN I Turi diserahkan kepada keluarganya di ruang tamu kediaman orang tuanya. Orang tua mereka berada di Dadapan, Turi Wonokerto, Sleman.

Kedua orang tua Yasinta hanya bisa kehilangan putri kesayangannya dan menjaga kaki mereka.

Ayah Suraji duduk lemah di kursi plastik biru. Murid-muridnya tidak mendapatkan peralatan keselamatan: air hanya berlutut sekitar satu meter dari kursi istrinya Hesti. – Peziarah berhenti pergi ke aula ritual, mencoba memperkuat orang tua Yasinta.

Setiap kali pelayat membayar upeti kepada mereka, mereka hanya bisa berterima kasih kepada mereka.

“Nuwang dewasa, Nuwang dewasa. Amin,” kata Suraj lembut.

Kehilangan ini merupakan pukulan bagi keluarga. – Halaman berikutnya>

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *