TRIBUNNEWS.COM, Negara Bagian Samarinda-Seorang wanita dalam keadaan darurat pertama ditangkap oleh Kantor Polisi Kutai Timur dalam kasus prostitusi online di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur.

ER akan menjadi germo dan pekerja seks. -Dia ditangkap oleh polisi pada hari Minggu pagi (5 Maret 2020).

Menurut tanda terima, ditemukan bahwa beberapa pelanggan menggunakan mobil dengan tanda merah

“Penulis mengakui bahwa beberapa pelanggan memiliki papan merah. Mereka bertemu dengannya di hotel di mobil papan merah. Tapi dia tidak kenal orang itu, “Curtins melaporkan, AKP Ferry Samodra, kepala departemen investigasi kriminal Kepolisian Kabupaten Kutim. .com Rabu (5 Mei 2020) .———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— pesan yang berbeda.

Petugas menerima laporan publik dan berpura-pura menjadi pelanggan.

“Sampai serangan itu dilakukan di Kurnia Inn Jalan APT Pranoto di desa Sangatta, utara Kutai Timur,” kata Ferry. -Untuk para pejabat, pelaku menyatakan bahwa ketika ia menawarkan pasangannya kepada pasangannya, ia telah menetapkan harga jangka pendek sebesar 700.000 rupiah untuk klien.

Dari harga tersebut, penulis mengurangi Rp200.000 dan menggunakannya Diserahkan ke rekannya. Melayani 500.000 rupee.

Perusahaan tempat dia bekerja selama delapan bulan terakhir. Ferri mengatakan: “Kami menduga mereka terhubung ke Internet, sehingga para penjahat masih berkembang.” Setelah aman, polisi menyita uang tunai Rp, 1 juta uang tunai dan bukti dua ponsel. Penulis terikat oleh Pasal 296 Hukum Pidana dan Pasal 506 Hukum Pidana. (Penulis Kompas.com Samarinda, Zakarias Demon Daton) – Judul artikel ini di Kompas.com adalah “Mengungkap pelacuran online komersial. Aktor kadang-kadang menggunakan mobil Red Plate untuk melayani pelanggan”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *