TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Kabupaten Semarang menyelidiki penyebab dugaan penganiayaan anak di Desa Petet, Tuntang, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam video sosial online, ada adegan pelecehan oleh seorang anak laki-laki dengan usia yang sama. -Dalam video itu, seorang anak laki-laki dengan kemeja bergaris dan celana merah tampaknya berulang kali memukuli anak lain.

Kami juga melihat dia mengangkat temannya seolah ingin menghancurkannya dengan keras dan menendangnya. Bocah yang disiksa itu tampak lebih kecil, dan dia tampak diam dan tidak menolak.

Dalam video itu, bocah laki-laki itu mengenakan setelan hijau-hitam.

Pada saat yang sama, dalam video, -suara seorang pria dewasa yang dicurigai sebagai seorang VCR.

– Kami mendengar pria itu berkata “Jangan menangis” dalam bahasa Jawa.

Membaca: Menyiarkan video rekan-rekan yang telah dilecehkan oleh rekan-rekan mereka. Berikut ini adalah pelaku dan korban menurut psikolog.

Membaca: Polisi meminta para penganiaya dari Biro Transportasi Gowa untuk berbalik — -Menurut sumber-sumber intelijen, VCR dikatakan sebagai ayah dari seorang anak laki-laki yang memukul seorang teman ketika tersebar luas di media sosial.

Warga juga mengutuk tindakan yang menuduh bahwa sang ayah membiarkan kekerasan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *